Pengobatan Diabetes Dengan Undur-Undur

Mungkin anda hanya menganggap undur-undur sebagai binatang kecil yang menggelikan bahkan menjijikan, Namun dibalik binatang yang menggelikan dan menjijikan ternyata undur-undur memiliki khasiat sebagai pengobata penderita penyakit diabetes


Undur-undur ini termasuk dalam kelompok hewan holometabola, yaitu kelompok serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Berdasarkan ciri sayap dan mulutnya, undur-undur masuk dalam ordo Neuroptera (Serangga bersayap jala). Jika sudah melakukan metamorfosis , undur-undur tudak akan berjalan mundur lagi, ia akan punya sayap dan bisa terbang seperti capung.

Undur-undur adalah hewan yang menghuni tempat-temapat teduh dan memiliki laposan debu yang tebal. Dengan memanfaatkan deu tebal inilah undur-undur menggali lubang untuk menjebak mangsanya

Undur-undur atau binatang yang memiliki nama latin Mymeleon Sp ini memiliki kandungan untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Undur-undur adalah binatang yang mengandung zat SULFONYLUREA yang mampu melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi hormon insulin. Hal tersebut diungkapkan oleh penelitian yang dilakukan oleh tim dari UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA pada tahun 2006 silam.

Undur-undur ini telah dikenal di kalangan masyarakat Tiongkok untuk mengobati penyakit diabetes. Biasanya, cara konsumsi undur-undur tersebut dimasukan kedalam kapsul atau dicampurkan dengan bahan herbal lainnya kemudian ditelan.

Para praktisi kesehatan meyakini bahwa Undur-undur ini bisa membuat regenerasi sel menjadi lebih baik. Kandungan sulfonylurea yang terdapat di dalam Undur-undur ini ialah zat yang sama dengan sulfonylurea yang sudah biasa digunakan untuk pembuatan obat-obat diabetes melitus.

Kandungan sulfonylurea dalam undur-undur ternyata memiliki kinerja yang sama dengan obat diabetes melitus buatan yang kini banyak beredar. Sulfonylurea dalam bentuk anti-diabetik oral hanya cocok digunakan untuk mengobati diabetes melitus tipe 2 karena cara kerjanya memperbaiki pankreas dalam mensekresikan insulin.

Yang harus anda perhatikan bahwa ketika ingin konsumsi undur-undur untuk pengobatan, maka hewannya harus masih dalam keadaan hidup karena kalau sudah mati, disinyalir khasiatnya akan berkurang.